Mario Balotelli didaulat menjadi pemain terbaik dalam laga Inggris melawan Italia yang berlangsung di Arena Amazonia, Manaus, Sabtu atau Minggu (15/6/2014) WIB.
Balotelli menjadi pahlawan kemenangan Gli Azzurri pada laga Grup D tersebut. Pada menit ke-50, sundulan Balotelli memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva memastikan kemenangan Italia 2-1 atas Inggris.
Sebelumnya,
pada babak pertama, Italia sempat unggul terlebih dahulu lewat sepakan
Claudio Marchisio pada menit ke-35. Dua menit berselang, Inggris
menyamakan skor melalui Daniel Sturridge.
Kiprah Balotelli hanya
berlangsung 73 menit. Casare Prandelli menarik keluar striker AC Milan
itu untuk diganti Ciro Immobile. Selama bermain, Balotelli melepaskan
tiga tembakan ke gawang serta mengirimkan 21 umpan sukses.
Sumber
NasGor Mawut
Minggu, 15 Juni 2014
Del Bosque Masih Tersenyum Setelah Spanyol Kalah dari Belanda
Pelatih tim nasional
Spanyol, Vicente del Bosque, masih terlihat tenang, bahkan sempat
tersenyum, usai timnya kalah dari Belanda. Itu terjadi saat Del Bosque
mengikuti sesi jumpa pers, Sabtu (14/6/2014).
Spanyol baru saja menelan pil pahit karena kalah 1-5 dari Belanda pada laga perdana penyisihan Grup B Piala Dunia 2014, Jumat (13/6) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Kekalahan nan menyesakkan ini menjadi sejarah kelam El Matador karena paling banyak kebobolan gol dalam sebuah Piala Dunia selama 60 tahun.
"Saya tidak punya kewajiban untuk datang ke sini untuk jumpa pers, tetapi saya pikir hal tersebut normal, seperti yang sudah kami lakukan pada kesempatan lain, berada di sini untuk menjawab pertanyaan," ujar Del Bosque sambil tersenyum, ketika menghadiri jumpa pers yang tidak terjadwal di pusat pelatihan tim, sehari setelah kekalahan telak itu.
"Ini bukan sebuah kekalahan yang mematikan, ini hanya sebuah bagian," ujarnya tentang petaka di Salvador.
Ditanya tentang kemungkinan mengubah susunan line-up pada pertandingan melawan Cile, 18 Juni mendatang, Del Bosque mengaku masih ingin mempertahankan pilihannya. Padahal, Spanyol tak punya opsi lain selain menang untuk memelihara asa maju ke babak 16 besar guna mempertahankan gelar.
"Jelas bahwa itu pertandingan lain, mungkin ada satu atau dua perubahan, tetapi saat ini belum waktunya untuk membicarakan hal tersebut. Kami akan memikirkannya, tetapi kami tak ingin tergesa-gesa dan membuat keputusan yang salah. Kami memiliki waktu sampai hari Rabu," ungkap mantan pelatih Real Madrid itu.
Del Bosque pun menegaskan bahwa Iker Casillas tak bisa disalahkan, meskipun sang kapten melakukan dua blunder di babak kedua, yang berakibat fatal. Dia bahkan menyanjung sikap Casillas, yang tetap berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang tampak murung di ruang ganti, setelah laga usai.
"Dia menyalahkan diri sendiri untuk beberapa hal, tetapi dia tahu semua yang harus disalahkan dan ke depannya harus berbenah. Dia bertindak seperti seorang kapten. Itu adalah diskusi yang berguna, tepat dan bagus," ujar Del Bosque.
Lantas, bagaimana dengan perasaan Del Bosque setelah mengalami kekalahan yang memalukan itu? Pelatih berusia 63 tahun ini mengaku sangat sedih, tetapi dia berusaha tetap tenang dan tersenyum.
"Tadi malam saya tersenyum, tetapi di dalam saya merasa sangat sedih," ujarnya. "Kami harus menghadapinya dan menjadi olahragawan... kami tidak melakukan hal yang salah, kami belum melakukan pelanggaran berat, kami telah bermain buruk di babak kedua. Selama 40 menit pertama kami bermain bagus."
"Dan karena kami tidak melakukan hal yang salah, kami harus tetap menegakkan kepala dan bertarung untuk pertandingan berikutnya."
Sumber
Spanyol baru saja menelan pil pahit karena kalah 1-5 dari Belanda pada laga perdana penyisihan Grup B Piala Dunia 2014, Jumat (13/6) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Kekalahan nan menyesakkan ini menjadi sejarah kelam El Matador karena paling banyak kebobolan gol dalam sebuah Piala Dunia selama 60 tahun.
"Saya tidak punya kewajiban untuk datang ke sini untuk jumpa pers, tetapi saya pikir hal tersebut normal, seperti yang sudah kami lakukan pada kesempatan lain, berada di sini untuk menjawab pertanyaan," ujar Del Bosque sambil tersenyum, ketika menghadiri jumpa pers yang tidak terjadwal di pusat pelatihan tim, sehari setelah kekalahan telak itu.
"Ini bukan sebuah kekalahan yang mematikan, ini hanya sebuah bagian," ujarnya tentang petaka di Salvador.
Ditanya tentang kemungkinan mengubah susunan line-up pada pertandingan melawan Cile, 18 Juni mendatang, Del Bosque mengaku masih ingin mempertahankan pilihannya. Padahal, Spanyol tak punya opsi lain selain menang untuk memelihara asa maju ke babak 16 besar guna mempertahankan gelar.
"Jelas bahwa itu pertandingan lain, mungkin ada satu atau dua perubahan, tetapi saat ini belum waktunya untuk membicarakan hal tersebut. Kami akan memikirkannya, tetapi kami tak ingin tergesa-gesa dan membuat keputusan yang salah. Kami memiliki waktu sampai hari Rabu," ungkap mantan pelatih Real Madrid itu.
Del Bosque pun menegaskan bahwa Iker Casillas tak bisa disalahkan, meskipun sang kapten melakukan dua blunder di babak kedua, yang berakibat fatal. Dia bahkan menyanjung sikap Casillas, yang tetap berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang tampak murung di ruang ganti, setelah laga usai.
"Dia menyalahkan diri sendiri untuk beberapa hal, tetapi dia tahu semua yang harus disalahkan dan ke depannya harus berbenah. Dia bertindak seperti seorang kapten. Itu adalah diskusi yang berguna, tepat dan bagus," ujar Del Bosque.
Lantas, bagaimana dengan perasaan Del Bosque setelah mengalami kekalahan yang memalukan itu? Pelatih berusia 63 tahun ini mengaku sangat sedih, tetapi dia berusaha tetap tenang dan tersenyum.
"Tadi malam saya tersenyum, tetapi di dalam saya merasa sangat sedih," ujarnya. "Kami harus menghadapinya dan menjadi olahragawan... kami tidak melakukan hal yang salah, kami belum melakukan pelanggaran berat, kami telah bermain buruk di babak kedua. Selama 40 menit pertama kami bermain bagus."
"Dan karena kami tidak melakukan hal yang salah, kami harus tetap menegakkan kepala dan bertarung untuk pertandingan berikutnya."
Sumber
Kurang Konsentrasi Jepang Kalah dari Pantai Gading
Pelatih Jepang, Alberto Zaccheroni mengakui para pemiannya kehilangan konsentrasi saat kebobolan dua gol dalam tiga menit sehingga Pantai Gading berhasil merebut tiga poin di pertandingan pembukaan Piala Dunia Grup C, Sabtu.
Pelatih asal Italia ini mengatakan pihaknya akan menganalisis, baik kinerja dirinya maupun performa tim untuk mencari tahu mengapa timnya tidak dapat tampil seperti yang diharapkan.
"Pagi ini kondisi tim baik, secara fisik maupun mental dan mereka memulai hari dengan baik. Saya harus menganalisis mengapa mereka tidak mampu untuk menjaga permainan mereka tetap baik," kata Zaccheroni.
Jepang memimpin di awal babak pertama melalui gol Keisuke Honda, tapi masuknya Didier Drogba dari bangku cadangan dalam satu jam setelah dimulainya pertandingan terbukti telah memacu kembalinya kemampuan tim Pantai Gading, dengan gol yang dicetak Wilfried Bony dan Gervinho sehingga berhasil mengubah keadaan.
"Dua gol dalam dua menit menunjukkan kurangnya konsentrasi. Di dalam kotak penalti mereka sangat bersemangat dan kami harus mencegah mereka masuk dan menembak dengan bebas dalam posisi itu," katanya.
"Kami membiarkan gelandang mereka untuk melakukan umpan silang dan kami harusnya melakukan pertahanan yang lebih baik untuk mencegah hal itu," ujarnya.
Jepang tidak mampu mengimbangi kekuatan dan kecepatan dari Pantai Gading meskipun mereka telah berupaya keras. Namun mereka tidak mampu untuk kembali menguasai pertandingan.
"Para pemain ingin membalikkan keadaan dan mereka telah berusaha untuk itu. Kerja sama tim kami tidak baik dan ketika kami tidak mampu melakukan kerja sama, terkadang kami mengalami kesulitan," kata pria berusia 61 tahun itu.
Pelatih Jepang sejak 2010 itu mengatakan ia bingung oleh kurangnya barisan dan kemampuan timnya dalam bertahan, tetapi ia juga menambahkan bahwa untuk lolos dari babak kualifikasi Grup C, dengan hasil pertandingan Kolombia mengalahkan Yunani 3-0 pada Sabtu, adalah sesuatu yang masih dimungkinkan.
"Kami masih memiliki dua pertandingan lagi, kami harus menjaga semangat kami untuk tetap tinggi. Kami pernah bermain jauh lebih baik daripada ini sebelumnya dan ketika kami mampu menampilkan penampilan terbaik kami, maka kami akan mendapatkan hasil yang baik," imbuhnya.
"Apa yang sudah terjadi tak perlu dipikirkan lagi. Yang penting adalah apa yang harus kami lakukan selanjutnya," katanya.
Sumber
Pelatih asal Italia ini mengatakan pihaknya akan menganalisis, baik kinerja dirinya maupun performa tim untuk mencari tahu mengapa timnya tidak dapat tampil seperti yang diharapkan.
"Pagi ini kondisi tim baik, secara fisik maupun mental dan mereka memulai hari dengan baik. Saya harus menganalisis mengapa mereka tidak mampu untuk menjaga permainan mereka tetap baik," kata Zaccheroni.
Jepang memimpin di awal babak pertama melalui gol Keisuke Honda, tapi masuknya Didier Drogba dari bangku cadangan dalam satu jam setelah dimulainya pertandingan terbukti telah memacu kembalinya kemampuan tim Pantai Gading, dengan gol yang dicetak Wilfried Bony dan Gervinho sehingga berhasil mengubah keadaan.
"Dua gol dalam dua menit menunjukkan kurangnya konsentrasi. Di dalam kotak penalti mereka sangat bersemangat dan kami harus mencegah mereka masuk dan menembak dengan bebas dalam posisi itu," katanya.
"Kami membiarkan gelandang mereka untuk melakukan umpan silang dan kami harusnya melakukan pertahanan yang lebih baik untuk mencegah hal itu," ujarnya.
Jepang tidak mampu mengimbangi kekuatan dan kecepatan dari Pantai Gading meskipun mereka telah berupaya keras. Namun mereka tidak mampu untuk kembali menguasai pertandingan.
"Para pemain ingin membalikkan keadaan dan mereka telah berusaha untuk itu. Kerja sama tim kami tidak baik dan ketika kami tidak mampu melakukan kerja sama, terkadang kami mengalami kesulitan," kata pria berusia 61 tahun itu.
Pelatih Jepang sejak 2010 itu mengatakan ia bingung oleh kurangnya barisan dan kemampuan timnya dalam bertahan, tetapi ia juga menambahkan bahwa untuk lolos dari babak kualifikasi Grup C, dengan hasil pertandingan Kolombia mengalahkan Yunani 3-0 pada Sabtu, adalah sesuatu yang masih dimungkinkan.
"Kami masih memiliki dua pertandingan lagi, kami harus menjaga semangat kami untuk tetap tinggi. Kami pernah bermain jauh lebih baik daripada ini sebelumnya dan ketika kami mampu menampilkan penampilan terbaik kami, maka kami akan mendapatkan hasil yang baik," imbuhnya.
"Apa yang sudah terjadi tak perlu dipikirkan lagi. Yang penting adalah apa yang harus kami lakukan selanjutnya," katanya.
Sumber
Perancis akan hadapi Honduras Tanpa Ribery
Perancis siap memulai petualangan di Brasil tanpa Franck Ribery. ”Les
Bleus” menjanjikan penampilan baru pada laga perdana mereka di Grup E
melawan Honduras, di Stadion Beira-Rio, Porto Alegre, Brasil, Senin
(16/6/2014) pukul 02.00 WIB. Suasana tim lebih kompak dibandingkan empat
tahun lalu.
Piala Dunia 2010 adalah mimpi buruk bagi Perancis. Kondisi tim tercerai berai akibat pembangkangan sejumlah pemain senior. Tim ”Ayam Jantan” menempati posisi juru kunci Grup A, di bawah Uruguay, Meksiko, dan tuan rumah Afrika Selatan.
”Kami dalam tahap pembangunan kembali kesatuan tim. Masyarakat Perancis belum melupakan peristiwa memalukan empat tahun lalu. Namun, kami akan tunjukkan kepada mereka Perancis yang berbeda kali ini,” ungkap striker Olivier Giroud.
Hubungan antarpemain, baik di dalam maupun luar lapangan, terjalin lebih erat. Di bawah arahan pelatih Didier Deschamps, para pemain mencoba bermain dengan visi yang sama, selaras dengan pikiran dan suasana hati. ”Agar mampu melangkah sejauh mungkin di Brasil, kami perlu bekerja bersama,” kata Giroud.
Hanya saja, suasana yang harmonis itu agak terganggu dengan absennya Ribery yang tak dibawa ke Brasil karena cedera punggung. Ketiadaan pemain kunci Les Bleus itu masih mengguncang pemusatan latihan tim di Ribeirao Preto, Sao Paulo. ”Beberapa pemain masih belum percaya dia (Ribery) tak bersama kami. Ribery memegang peranan penting di kamar ganti karena ia berelasi baik dengan semua pemain. Kami kehilangan, tetapi akan berbuat yang terbaik tanpa dirinya,” kata pemain Arsenal itu.
Di tengah suasana itu, kabar baik menghampiri juara dunia 1998. Deschamps menemukan komposisi penyerang tajam pada trio Karim Benzema, Giroud, dan Mathieu Valbuena. Kolaborasi ketiganya menghadirkan kemenangan 8-0 atas Jamaika dalam uji coba terakhir, pekan lalu.
Perancis juga memiliki Antoine Griezmann, Mousa Sissoko, dan Remy Cabella yang piawai bermain sebagai penyerang sayap. Sementara dua gelandang jangkar, Paul Pogba dan Blaise Matuidi, bertugas meredam permainan keras yang menjadi ciri khas Honduras.
”Kami siap menghadapi permainan agresif lawan. Tak masalah mereka bermain keras asalkan wasit bertugas dengan adil,” tutur Deschamps, kapten saat Les Bleus menjadi kampiun Piala Dunia 1998.
Honduras bertekad memberikan perlawanan sengit terhadap Perancis, persis seperti saat mereka menahan imbang Inggris tanpa gol di laga uji coba pekan lalu. Saat itu, Carlo Costly dan kawan-kawan bermain tanpa rasa minder. Negara yang baru tampil di tiga Piala Dunia itu sukses meredam tim ”Tiga Singa” lewat permainan keras.
”Itu memang gaya kami. Kami bakal ’habis’ jika meladeni tim besar dengan permainan mengandalkan teknik,” ujar pelatih Honduras, Luis Suarez.
Ia pun meminta para pemain berusaha keras lolos ke babak 16 besar. Sebab, itu satu-satunya cara jika negara berpenduduk 7,9 juta jiwa itu ingin mencetak sejarah. Dalam dua kali keikutsertaan di Piala Dunia 1982 dan 2010, langkah Honduras selalu terhenti di fase penyisihan grup.
Nasib mereka kali ini rasanya tak akan banyak berubah. Tiga pesaing di Grup E, Perancis, Swiss, dan Ekuador, lebih berpengalaman di Piala Dunia.
Honduras juga hanya memiliki dua pemain yang tampil di liga Eropa, yakni Wilson Palacios (Stoke City) dan Roger Espinoza (Wigan Athletic). Selebihnya, Suarez hanya mengandalkan pemain yang berlaga di kompetisi lokal.
Sumber
Piala Dunia 2010 adalah mimpi buruk bagi Perancis. Kondisi tim tercerai berai akibat pembangkangan sejumlah pemain senior. Tim ”Ayam Jantan” menempati posisi juru kunci Grup A, di bawah Uruguay, Meksiko, dan tuan rumah Afrika Selatan.
”Kami dalam tahap pembangunan kembali kesatuan tim. Masyarakat Perancis belum melupakan peristiwa memalukan empat tahun lalu. Namun, kami akan tunjukkan kepada mereka Perancis yang berbeda kali ini,” ungkap striker Olivier Giroud.
Hubungan antarpemain, baik di dalam maupun luar lapangan, terjalin lebih erat. Di bawah arahan pelatih Didier Deschamps, para pemain mencoba bermain dengan visi yang sama, selaras dengan pikiran dan suasana hati. ”Agar mampu melangkah sejauh mungkin di Brasil, kami perlu bekerja bersama,” kata Giroud.
Hanya saja, suasana yang harmonis itu agak terganggu dengan absennya Ribery yang tak dibawa ke Brasil karena cedera punggung. Ketiadaan pemain kunci Les Bleus itu masih mengguncang pemusatan latihan tim di Ribeirao Preto, Sao Paulo. ”Beberapa pemain masih belum percaya dia (Ribery) tak bersama kami. Ribery memegang peranan penting di kamar ganti karena ia berelasi baik dengan semua pemain. Kami kehilangan, tetapi akan berbuat yang terbaik tanpa dirinya,” kata pemain Arsenal itu.
Di tengah suasana itu, kabar baik menghampiri juara dunia 1998. Deschamps menemukan komposisi penyerang tajam pada trio Karim Benzema, Giroud, dan Mathieu Valbuena. Kolaborasi ketiganya menghadirkan kemenangan 8-0 atas Jamaika dalam uji coba terakhir, pekan lalu.
Perancis juga memiliki Antoine Griezmann, Mousa Sissoko, dan Remy Cabella yang piawai bermain sebagai penyerang sayap. Sementara dua gelandang jangkar, Paul Pogba dan Blaise Matuidi, bertugas meredam permainan keras yang menjadi ciri khas Honduras.
”Kami siap menghadapi permainan agresif lawan. Tak masalah mereka bermain keras asalkan wasit bertugas dengan adil,” tutur Deschamps, kapten saat Les Bleus menjadi kampiun Piala Dunia 1998.
Honduras bertekad memberikan perlawanan sengit terhadap Perancis, persis seperti saat mereka menahan imbang Inggris tanpa gol di laga uji coba pekan lalu. Saat itu, Carlo Costly dan kawan-kawan bermain tanpa rasa minder. Negara yang baru tampil di tiga Piala Dunia itu sukses meredam tim ”Tiga Singa” lewat permainan keras.
”Itu memang gaya kami. Kami bakal ’habis’ jika meladeni tim besar dengan permainan mengandalkan teknik,” ujar pelatih Honduras, Luis Suarez.
Ia pun meminta para pemain berusaha keras lolos ke babak 16 besar. Sebab, itu satu-satunya cara jika negara berpenduduk 7,9 juta jiwa itu ingin mencetak sejarah. Dalam dua kali keikutsertaan di Piala Dunia 1982 dan 2010, langkah Honduras selalu terhenti di fase penyisihan grup.
Nasib mereka kali ini rasanya tak akan banyak berubah. Tiga pesaing di Grup E, Perancis, Swiss, dan Ekuador, lebih berpengalaman di Piala Dunia.
Honduras juga hanya memiliki dua pemain yang tampil di liga Eropa, yakni Wilson Palacios (Stoke City) dan Roger Espinoza (Wigan Athletic). Selebihnya, Suarez hanya mengandalkan pemain yang berlaga di kompetisi lokal.
Sumber
Mexico Perbaiki Mental Untuk Menghadapi Brasil
Kekecewaan Meksiko atas kepemimpinan wasit asal Kolombia, Wilmar Roldan, tidak berlangsung lama. Setelah menang 1-0 atas Kamerun,
di Natal, Jumat (13/6/2014), tim dari negeri pemilik kebudayaan Maya
dan Aztec ini langsung menatap Brasil sebagai calon korban lainnya.
”Kami cepat mengatasi kekecewaan atas dua gol bersih yang dianulir wasit. Tim kami telah menunjukkan kekuatan mental luar biasa. Pemain kami sama sekali tidak terpengaruh dan tetap berkonsentrasi melanjutkan pertandingan. Jika mampu menjaga ritme seperti itu di lapangan, kami dapat mengatasi semua lawan,” papar Miguel Herrera, pelatih Meksiko.
Herrera mengatakan, setelah melupakan blunder wasit, pihaknya kini berpikir untuk melakukan apa yang harus dikerjakan saat menghadapi Brasil, Selasa (17/6) atau Rabu dini hari WIB, di Fortaleza. Dengan modal kekuatan mental tim, mengalahkan Brasil bukan lagi sesuatu yang mustahil.
Brasil dan Kolombia menjadi dua tim yang memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke babak 16 besar dibandingkan Kroasia dan Kamerun. Dua tim ini masing-masing mengantongi nilai tiga. Sebelumnya, dalam partai pembuka Piala Dunia, Brasil menaklukkan Kroasia, 3-1. Berdasarkan peraturan, hanya dua tim dari setiap grup yang berhak lolos ke babak kedua.
Kamerun tak mau tenggelam dalam kesedihan atas kegagalan memetik kemenangan dari Meksiko. Menurut pelatih Volker Finke, sebenarnya mereka dapat mengimbangi Meksiko sehingga hasil paling pas adalah imbang.
”Kami sangat kecewa dengan hasil pertandingan itu. Kami akan berjuang lebih keras untuk dapat mengalahkan Kroasia dalam pertemuan selanjutnya,” kata Volker, pelatih asal Jerman.
Bintang Brasil, Neymar, yang mencetak dua gol saat bertemu Kroasia, semakin lantang berkata timnya akan terus melaju ke final. Perlawanan Meksiko dan Kamerun tidak akan mampu menghalangi langkah Brasil.
”Pertandingan kemarin memang berliku-liku. Kami butuh waktu untuk dapat bermain lepas akibat stres dan perasaan waswas. Untungnya kami menang. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mengatasi permasalahan dan menjaga agar tampil lebih tenang. Kami hanya tinggal menjaga agar kondisi itu dapat berjalan terus,” ungkap pemain klub Barcelona itu.
Gelandang tengah Kroasia, Luca Modric, juga sudah melupakan kekalahan atas Brasil. Dia hanya berharap dapat tampil bugar saat menghadapi Kamerun. Saat kalah dari Brasil, Modric cedera sendi. Untungnya, tidak ada yang patah atau ligamen robek pada lututnya.
Kroasia dan Kamerun, yang belum mengumpulkan poin, akan bertemu di Manaus, 18 Juni. Kroasia mendapat tambahan tenaga baru setelah penyerang Mario Mandzukic dapat diturunkan. Laga itu akan menjadi sangat krusial karena tim yang kalah hampir dipastikan akan angkat koper dari Brasil.
”Kami cepat mengatasi kekecewaan atas dua gol bersih yang dianulir wasit. Tim kami telah menunjukkan kekuatan mental luar biasa. Pemain kami sama sekali tidak terpengaruh dan tetap berkonsentrasi melanjutkan pertandingan. Jika mampu menjaga ritme seperti itu di lapangan, kami dapat mengatasi semua lawan,” papar Miguel Herrera, pelatih Meksiko.
Herrera mengatakan, setelah melupakan blunder wasit, pihaknya kini berpikir untuk melakukan apa yang harus dikerjakan saat menghadapi Brasil, Selasa (17/6) atau Rabu dini hari WIB, di Fortaleza. Dengan modal kekuatan mental tim, mengalahkan Brasil bukan lagi sesuatu yang mustahil.
Brasil dan Kolombia menjadi dua tim yang memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke babak 16 besar dibandingkan Kroasia dan Kamerun. Dua tim ini masing-masing mengantongi nilai tiga. Sebelumnya, dalam partai pembuka Piala Dunia, Brasil menaklukkan Kroasia, 3-1. Berdasarkan peraturan, hanya dua tim dari setiap grup yang berhak lolos ke babak kedua.
Kamerun tak mau tenggelam dalam kesedihan atas kegagalan memetik kemenangan dari Meksiko. Menurut pelatih Volker Finke, sebenarnya mereka dapat mengimbangi Meksiko sehingga hasil paling pas adalah imbang.
”Kami sangat kecewa dengan hasil pertandingan itu. Kami akan berjuang lebih keras untuk dapat mengalahkan Kroasia dalam pertemuan selanjutnya,” kata Volker, pelatih asal Jerman.
Bintang Brasil, Neymar, yang mencetak dua gol saat bertemu Kroasia, semakin lantang berkata timnya akan terus melaju ke final. Perlawanan Meksiko dan Kamerun tidak akan mampu menghalangi langkah Brasil.
”Pertandingan kemarin memang berliku-liku. Kami butuh waktu untuk dapat bermain lepas akibat stres dan perasaan waswas. Untungnya kami menang. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mengatasi permasalahan dan menjaga agar tampil lebih tenang. Kami hanya tinggal menjaga agar kondisi itu dapat berjalan terus,” ungkap pemain klub Barcelona itu.
Gelandang tengah Kroasia, Luca Modric, juga sudah melupakan kekalahan atas Brasil. Dia hanya berharap dapat tampil bugar saat menghadapi Kamerun. Saat kalah dari Brasil, Modric cedera sendi. Untungnya, tidak ada yang patah atau ligamen robek pada lututnya.
Kroasia dan Kamerun, yang belum mengumpulkan poin, akan bertemu di Manaus, 18 Juni. Kroasia mendapat tambahan tenaga baru setelah penyerang Mario Mandzukic dapat diturunkan. Laga itu akan menjadi sangat krusial karena tim yang kalah hampir dipastikan akan angkat koper dari Brasil.
Bosnia Siap Hadapi Argentina
Meski tampil sebagai tim debutan, Bosnia-Herzegovina
tak merasa gentar menghadapi Argentina di partai perdana Grup F yang
akan digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (16/6/2014) pagi
WIB. Bosnia-Herzegovina akan mengandalkan striker klub Manchester City, Edin Dzeko, untuk mengancam tim Tango.
Striker berusia 28 tahun ini menjadi mesin gol yang efektif buat Bosnia-Herzegovina. Pada babak kualifikasi zona Eropa, Dzeko tampil trengginas dengan mencetak 10 gol dan menyumbang tiga umpan.
Dzeko datang ke Brasil dalam kondisi terbaiknya. Dia baru saja membantu klubnya merebut gelar Liga Inggris sekaligus melengkapi trofi Piala Liga yang sudah mereka raih beberapa bulan sebelumnya.
”Kami berharap banyak kepada Dzeko. Lawan Argentina kami tidak diunggulkan, tetapi kami siap membuat kejutan. Sangat menyenangkan jika kami bisa terus berkiprah sampai babak 16 besar,” kata pelatih Bosnia-Herzegovina, Safet Susic.
Di lini depan, Dzeko ditemani Vedad Ibisevic. Pemain klub Jerman, Stuttgart, ini menjadi tandem yang pas buat Dzeko. Ibisevic tidak hanya lihai mengumpan, dia juga eksekutor yang mematikan di kotak penalti.
Bosnia-Herzegovina punya karakter bermain yang atraktif dan sangat kreatif. Susic selalu memberi kebebasan kepada pemainnya untuk membuat keputusan di lapangan. Selama ini, Susic gemar memakai pola permainan dengan skema 4-4-2.
Kelemahan yang masih terlihat di tim Bosnia-Herzegovina adalah keseimbangan permainan antara lini depan dan lini belakang. Sebagian materi pemain yang dimiliki Susic punya gaya dan karakteristik berbeda.
Untuk menghentikan pergerakan bintang Argentina, Lionel Messi, Susic mengatakan sudah memberikan tugas khusus kepada Muhamed Besic. ”Hanya dia yang saya tugasi secara khusus untuk menghentikan Messi,” kata Susic.
Di kubu Argentina, pelatih Alejandro Sabella sudah menyiapkan strategi untuk meredam pergerakan Edin Dzeko. Sabella sudah meminta bek tengah Ezequiel Garay mengawal Dzeko secara khusus.
Pertempuran lini tengah
Bosnia-Herzegovina dan Argentina sama-sama kuat di lini tengah dan depan. Pertempuran di lini tengah akan menjadi kunci bagi keduanya untuk memenangi pertandingan.
Di kubu Argentina, mereka punya Angel Di Maria, Fernando Gago, dan Maxi Rodriguez. Ketiganya akan menyokong pergerakan Lionel Messi dan Sergio Aguero yang bertugas di lini depan. Alternatif lainnya, Argentina masih punya Ezequiel Lavezzi, Rodrigo Palacio, dan Gonzalo Higuain. Namun, nama terakhir masih diragukan bisa tampil melawan Bosnia-Herzegovina. Striker klub Napoli itu masih dalam pemulihan cedera pergelangan kaki yang didapat pada bulan Mei lalu.
Pada sesi latihan hari Jumat WIB, Higuain terpaksa digantikan oleh pemain Paris Saint Germain, Ezequiel Lavezzi. Selain Higuain, penyerang Inter Milan, Rodrigo Palacio, juga absen pada Kamis setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat timnya menang 3-0 atas Trinidad-Tobago pada laga uji coba, pekan lalu.
Dengan kondisi ini, Messi dan Aguero menjadi pilihan utama. Khusus Messi, penampilannya akan menjadi perhatian penggila bola di seluruh dunia. Buat Messi, ini adalah momen yang tepat untuk membantu Argentina meraih gelar Piala Dunia yang ketiga.
Secara individu, kehebatan Messi tak perlu diragukan. Dia sudah meraih gelar penghargaan pemain terbaik dunia sebanyak empat kali. Dia juga sudah memberikan banyak gelar untuk klubnya, Barcelona. Satu-satunya gelar yang belum diraih Messi adalah Piala Dunia bersama Argentina. Selama belum menjuarai Piala Dunia, nama Messi selalu berada di bawah bayang-bayang legenda Argentina, Diego Maradona. ”Argentina tidak tergantung saya. Namun, kami ingin mendapat trofi,” ujarnya.
Sumber
Striker berusia 28 tahun ini menjadi mesin gol yang efektif buat Bosnia-Herzegovina. Pada babak kualifikasi zona Eropa, Dzeko tampil trengginas dengan mencetak 10 gol dan menyumbang tiga umpan.
Dzeko datang ke Brasil dalam kondisi terbaiknya. Dia baru saja membantu klubnya merebut gelar Liga Inggris sekaligus melengkapi trofi Piala Liga yang sudah mereka raih beberapa bulan sebelumnya.
”Kami berharap banyak kepada Dzeko. Lawan Argentina kami tidak diunggulkan, tetapi kami siap membuat kejutan. Sangat menyenangkan jika kami bisa terus berkiprah sampai babak 16 besar,” kata pelatih Bosnia-Herzegovina, Safet Susic.
Di lini depan, Dzeko ditemani Vedad Ibisevic. Pemain klub Jerman, Stuttgart, ini menjadi tandem yang pas buat Dzeko. Ibisevic tidak hanya lihai mengumpan, dia juga eksekutor yang mematikan di kotak penalti.
Bosnia-Herzegovina punya karakter bermain yang atraktif dan sangat kreatif. Susic selalu memberi kebebasan kepada pemainnya untuk membuat keputusan di lapangan. Selama ini, Susic gemar memakai pola permainan dengan skema 4-4-2.
Kelemahan yang masih terlihat di tim Bosnia-Herzegovina adalah keseimbangan permainan antara lini depan dan lini belakang. Sebagian materi pemain yang dimiliki Susic punya gaya dan karakteristik berbeda.
Untuk menghentikan pergerakan bintang Argentina, Lionel Messi, Susic mengatakan sudah memberikan tugas khusus kepada Muhamed Besic. ”Hanya dia yang saya tugasi secara khusus untuk menghentikan Messi,” kata Susic.
Di kubu Argentina, pelatih Alejandro Sabella sudah menyiapkan strategi untuk meredam pergerakan Edin Dzeko. Sabella sudah meminta bek tengah Ezequiel Garay mengawal Dzeko secara khusus.
Pertempuran lini tengah
Bosnia-Herzegovina dan Argentina sama-sama kuat di lini tengah dan depan. Pertempuran di lini tengah akan menjadi kunci bagi keduanya untuk memenangi pertandingan.
Di kubu Argentina, mereka punya Angel Di Maria, Fernando Gago, dan Maxi Rodriguez. Ketiganya akan menyokong pergerakan Lionel Messi dan Sergio Aguero yang bertugas di lini depan. Alternatif lainnya, Argentina masih punya Ezequiel Lavezzi, Rodrigo Palacio, dan Gonzalo Higuain. Namun, nama terakhir masih diragukan bisa tampil melawan Bosnia-Herzegovina. Striker klub Napoli itu masih dalam pemulihan cedera pergelangan kaki yang didapat pada bulan Mei lalu.
Pada sesi latihan hari Jumat WIB, Higuain terpaksa digantikan oleh pemain Paris Saint Germain, Ezequiel Lavezzi. Selain Higuain, penyerang Inter Milan, Rodrigo Palacio, juga absen pada Kamis setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat timnya menang 3-0 atas Trinidad-Tobago pada laga uji coba, pekan lalu.
Dengan kondisi ini, Messi dan Aguero menjadi pilihan utama. Khusus Messi, penampilannya akan menjadi perhatian penggila bola di seluruh dunia. Buat Messi, ini adalah momen yang tepat untuk membantu Argentina meraih gelar Piala Dunia yang ketiga.
Secara individu, kehebatan Messi tak perlu diragukan. Dia sudah meraih gelar penghargaan pemain terbaik dunia sebanyak empat kali. Dia juga sudah memberikan banyak gelar untuk klubnya, Barcelona. Satu-satunya gelar yang belum diraih Messi adalah Piala Dunia bersama Argentina. Selama belum menjuarai Piala Dunia, nama Messi selalu berada di bawah bayang-bayang legenda Argentina, Diego Maradona. ”Argentina tidak tergantung saya. Namun, kami ingin mendapat trofi,” ujarnya.
Sumber
Argentina mewaspadai pemain depan Bosnia
Bek tim nasional Argentina, Ezequiel Garay, mengatakan lini depan
Bosnia-Herzegovina memiliki para pemain berbahaya, tidak hanya Edin
Dzeko. Garay berharap para pemain Argentina tidak menganggap remeh hal
tersebut.
Argentina dan Bosnia-Herzegovina akan menjalani laga Grup F Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu atau Senin (16/6/2014) WIB.
"Kami tahu Bosnia-Herzegovina memiliki para pemain yang bagus, bukan hanya penyerang utama Edin Dzeko. Karena itulah, pikiran utama kami untuk menghindari rasa puas dan tidak membuat kesalahan dengan berpikir semuanya akan berjalan mudah," jelas Garay.
Mengenai peluang Argentina di Piala Dunia 2014, Garay cukup yakin pasukan Alejandro Sabella bisa berbuat banyak. Menurut Garay, skuad Argentina diisi para pemain berbakat.
"Dengan sejarah dan para pemain yang kami miliki, beberapa di antaranya bahkan dianggap pemain terbaik dunia. Kami merupakan kandidat kuat meraih gelar, meski kami harus berpikir lebih dahulu untuk mengalahkan Bosnia-Herzegovina," tandas Garay.
Sumber
Argentina dan Bosnia-Herzegovina akan menjalani laga Grup F Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu atau Senin (16/6/2014) WIB.
"Kami tahu Bosnia-Herzegovina memiliki para pemain yang bagus, bukan hanya penyerang utama Edin Dzeko. Karena itulah, pikiran utama kami untuk menghindari rasa puas dan tidak membuat kesalahan dengan berpikir semuanya akan berjalan mudah," jelas Garay.
Mengenai peluang Argentina di Piala Dunia 2014, Garay cukup yakin pasukan Alejandro Sabella bisa berbuat banyak. Menurut Garay, skuad Argentina diisi para pemain berbakat.
"Dengan sejarah dan para pemain yang kami miliki, beberapa di antaranya bahkan dianggap pemain terbaik dunia. Kami merupakan kandidat kuat meraih gelar, meski kami harus berpikir lebih dahulu untuk mengalahkan Bosnia-Herzegovina," tandas Garay.
Sumber
Langganan:
Komentar (Atom)