Meski tampil sebagai tim debutan, Bosnia-Herzegovina
tak merasa gentar menghadapi Argentina di partai perdana Grup F yang
akan digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (16/6/2014) pagi
WIB. Bosnia-Herzegovina akan mengandalkan striker klub Manchester City, Edin Dzeko, untuk mengancam tim Tango.
Striker berusia 28 tahun ini menjadi mesin gol yang efektif buat
Bosnia-Herzegovina. Pada babak kualifikasi zona Eropa, Dzeko tampil
trengginas dengan mencetak 10 gol dan menyumbang tiga umpan.
Dzeko datang ke Brasil dalam kondisi terbaiknya. Dia baru saja membantu klubnya merebut gelar Liga Inggris sekaligus melengkapi trofi Piala Liga yang sudah mereka raih beberapa bulan sebelumnya.
”Kami berharap banyak kepada Dzeko. Lawan Argentina
kami tidak diunggulkan, tetapi kami siap membuat kejutan. Sangat
menyenangkan jika kami bisa terus berkiprah sampai babak 16 besar,” kata
pelatih Bosnia-Herzegovina, Safet Susic.
Di lini depan, Dzeko ditemani Vedad Ibisevic. Pemain klub Jerman,
Stuttgart, ini menjadi tandem yang pas buat Dzeko. Ibisevic tidak hanya
lihai mengumpan, dia juga eksekutor yang mematikan di kotak penalti.
Bosnia-Herzegovina punya karakter bermain yang atraktif dan sangat
kreatif. Susic selalu memberi kebebasan kepada pemainnya untuk membuat
keputusan di lapangan. Selama ini, Susic gemar memakai pola permainan
dengan skema 4-4-2.
Kelemahan yang masih terlihat di tim Bosnia-Herzegovina adalah
keseimbangan permainan antara lini depan dan lini belakang. Sebagian
materi pemain yang dimiliki Susic punya gaya dan karakteristik berbeda.
Untuk menghentikan pergerakan bintang Argentina, Lionel Messi,
Susic mengatakan sudah memberikan tugas khusus kepada Muhamed Besic.
”Hanya dia yang saya tugasi secara khusus untuk menghentikan Messi,”
kata Susic.
Di kubu Argentina, pelatih Alejandro Sabella sudah menyiapkan
strategi untuk meredam pergerakan Edin Dzeko. Sabella sudah meminta bek
tengah Ezequiel Garay mengawal Dzeko secara khusus.
Pertempuran lini tengah
Bosnia-Herzegovina dan Argentina sama-sama kuat di lini tengah dan
depan. Pertempuran di lini tengah akan menjadi kunci bagi keduanya untuk
memenangi pertandingan.
Di kubu Argentina, mereka punya Angel Di Maria, Fernando Gago,
dan Maxi Rodriguez. Ketiganya akan menyokong pergerakan Lionel Messi
dan Sergio Aguero yang bertugas di lini depan. Alternatif lainnya,
Argentina masih punya Ezequiel Lavezzi, Rodrigo Palacio, dan Gonzalo
Higuain. Namun, nama terakhir masih diragukan bisa tampil melawan
Bosnia-Herzegovina. Striker klub Napoli itu masih dalam pemulihan cedera
pergelangan kaki yang didapat pada bulan Mei lalu.
Pada sesi latihan hari Jumat WIB, Higuain terpaksa digantikan oleh pemain Paris Saint Germain,
Ezequiel Lavezzi. Selain Higuain, penyerang Inter Milan, Rodrigo
Palacio, juga absen pada Kamis setelah mengalami cedera pergelangan kaki
saat timnya menang 3-0 atas Trinidad-Tobago pada laga uji coba, pekan
lalu.
Dengan kondisi ini, Messi dan Aguero menjadi pilihan utama. Khusus Messi, penampilannya akan menjadi perhatian penggila bola di seluruh dunia. Buat Messi, ini adalah momen yang tepat untuk membantu Argentina meraih gelar Piala Dunia yang ketiga.
Secara individu, kehebatan Messi tak perlu diragukan. Dia sudah meraih
gelar penghargaan pemain terbaik dunia sebanyak empat kali. Dia juga
sudah memberikan banyak gelar untuk klubnya, Barcelona. Satu-satunya
gelar yang belum diraih Messi adalah Piala Dunia
bersama Argentina. Selama belum menjuarai Piala Dunia, nama Messi
selalu berada di bawah bayang-bayang legenda Argentina, Diego Maradona.
”Argentina tidak tergantung saya. Namun, kami ingin mendapat trofi,”
ujarnya.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar