Wakil Sekretaris
Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengatakan,
pencalonan Joko Widodo sebagai presiden RI bisa saja gagal bila Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) membatasi koalisi dengan banyak
partai. Menurut Fahri, koalisi ramping dianggap tidak efektif dan
berisiko.
Fahri mengatakan, kekuatan semua partai saat ini cukup merata. Setidaknya berdasarkan hasil hitung cepat (quick count)
dalam pemilu legislatif, semua partai politik wajib berkoalisi
menghadapi pilpres agar dapat mengajukan calon presiden dan wakil
presiden. Hal itu karena tidak ada partai yang mendapatkan 20 persen
kursi di parlemen atau 25 persen suara sah nasional.
"PDI-P jangan sembarangan. Bagaimana kalau di detik-detik akhir
Nasdem enggak mau? Bisa enggak jadi Jokowi capres," kata Fahri saat
dijumpai di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014) malam.
Pernyataan anggota Komisi III DPR itu terkait wacana PDI-P yang ingin
membangun koalisi ramping dan tak ingin terjebak dalam koalisi
transaksional. Sampai saat ini, baru Partai Nasdem yang memberi sinyal
kuat akan berkoalisi dengan PDI-P.
Fahri juga memberikan kritik untuk Jokowi. Ia menilai bakal calon
presiden dari PDI-P itu tak mengerti sistem politik yang diterapkan di
Indonesia. Fahri yakin, PDI-P dan Jokowi akan sulit menyolidkan roda
pemerintahan jika nantinya mendapat kesempatan berkuasa dengan sikap
politik yang kaku.
"Dia (Jokowi) enggak ngerti multipartai, enak saja enggak
mau bagi-bagi kekuasaan. Bukan soal bagi-bagi kekuasaan, sekarang ini
kekuatan partai merata, lebih dahsyat, mengelola DPR akan lebih sulit,"
ujarnya.
Hingga saat ini, PDI-P tetap bersikukuh mempertahankan keinginan
untuk membentuk koalisi yang baik dan bersih. Salah satu penentunya
adalah dengan tidak berkoalisi secara besar-besaran dan tak terjebak
dalam praktik transaksional dan bagi-bagi jabatan.
Partai berlambang banteng itu juga mematok aturan ketat dalam
menentukan peta koalisi. Sampai saat ini belum ada partai yang tegas
akan berkoalisi dengan PDI-P, kecuali Partai Nasdem yang sudah
memberikan sinyal akan merapat.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar